FITRIA RAMADANI, FITRIA RAMADANI (2023) STUDI BUDAYA BOIKOT (CANCEL CULTURE) DI KOREA SELATAN TAHUN 2017-2022. Diploma thesis, UNIVERSITAS SULAWESI BARAT.
![[thumbnail of SKRIPSI FITRIA RAMADANI.pdf]](https://repository.unsulbar.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
SKRIPSI FITRIA RAMADANI.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
![[thumbnail of SKRIPSI FITRIA RAMADANI,JUDUL, ABSTRAK,BAB 1,BAB 2,KESIMPULAN,DAFTAR PUSTAKA.pdf]](https://repository.unsulbar.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
SKRIPSI FITRIA RAMADANI,JUDUL, ABSTRAK,BAB 1,BAB 2,KESIMPULAN,DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (479kB)
Abstract
Adanya fenomena budaya boikot telah menjadi perhatian yang semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dimana budaya boikot ini sering kali terjadi di dunia nyata dan telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk industri hiburan, politik, dan bisnis. Salah satu negara yang mengalami dampak signifikan dari fenomena cancel culture adalah Korea Selatan. Korea Selatan dikenal dengan industri hiburan yang berkembang pesat dan memiliki pengaruh global yang kuat. Banyak artis, grup musik, dan perusahaan hiburan Korea Selatan yang mendapatkan popularitas di seluruh dunia. Namun, pada periode tahun 2017-2022, Korea Selatan juga mengalami berbagai kontroversi yang melibatkan budaya boikot dan cancel culture. Tipe penelitian yang digunakan adalah kualitatif gunanya untuk memahami fenomena atau gejala sosial yang lebih menitikberatkan pada gambaran yang lengkap mengenai sebuah peristiwa atau fenomena. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan melakukan literature research. Dalam fenomena cancel culture, ketika ada kontroversi atau tindakan yang dianggap tidak pantas atau merugikan, orang-orang dapat merasa terganggu atau terluka secara emosional. Kibun mereka bisa terpengaruh dan menyebabkan mereka untuk mengambil tindakan dengan membatalkan atau menghentikan dukungan terhadap individu tersebut. untuk membatalkan dukungan mereka dengan tidak lagi mendukung atau mengikuti individu tersebut. Orang-orang yang sering menjadi target cancel culture biasanya melampaui standar sosial yang diakui masyarakat. Target cancel culture, biasanya politisi, aktor/aktris, atau pihak yang sebelumnya dimaklumi secara sosial, tampaknya menjadi hal yang sangat penting di platform media sosial, meskipun batas norma sosial ini termasuk aturan tidak tertulis. Perkembangan cancel culture di berbagai negara cukup berbeda-beda. Di beberapa negara, efek cancel culture semakin berat. Misalnya pemberlakuan larangan tampil di layar kaca.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | Budaya Boikot, Cancel Culture, Korea Selatan |
Subjects: | FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK > Hubungan Internasional |
Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |
Depositing User: | Ahmad Ikhsan Admin Perpus |
Date Deposited: | 31 Jul 2024 05:48 |
Last Modified: | 31 Jul 2024 05:48 |
URI: | https://repository.unsulbar.ac.id/id/eprint/569 |