HILDA NURHIDAYAH, HILDA NURHIDAYAH (2023) PEKALOBEAN PEMANFAATAN DAN NILAI EKONOMI HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) DI HUTAN ADAT MARENA DESA KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG. Diploma thesis, UNIVERSITAS SULAWESI BARAT.
![[thumbnail of Skripsi Lengkap_Hilda Nur Hidayah.pdf]](https://repository.unsulbar.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
Skripsi Lengkap_Hilda Nur Hidayah.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
![[thumbnail of hilda nurhidayah,judul,abstrak,bab1,bab2,,kesimpulan,daftar pustaka.pdf]](https://repository.unsulbar.ac.id/style/images/fileicons/text.png)
hilda nurhidayah,judul,abstrak,bab1,bab2,,kesimpulan,daftar pustaka.pdf
Download (484kB)
Abstract
HILDA NUR HIDAYAH. Pemanfaatan dan Nilai Ekonomi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di Hutan Adat Marena Desa Pekalobean Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Dibimbing oleh SUPARJO RAZASLI CARONG dan KASMIATI. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui jenis-jenis pemanfaatan dan nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu yang dimanfaatkan oleh masyarakat yang ada di sekitar Hutan Adat Marena Desa Pekalobean, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Data yang digunakan meliputi data primer yang bersumber dari hasil observasi dan wawancara langsung dengan responden yang meliputi informasi mengenai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan informasi mengenai nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu (HHBK). Data sekunder bersumber dari hasil kajian kepustakaan yang terkait dengan permasalahan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui jenis dan nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu di Hutan Adat Marena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dimanfaatkan oleh responden yang ada di sekitar Hutan Adat Marena yaitu madu hutan, aren, tanaman obat, dan buah-buahan. Selain HHBK masyarakat juga menanam tanaman perkebunan seperti kopi dan cengkeh. Setiap tahunnya hutan adat Marena dapat menghasilkan nilai ekonomi sebesar Rp. 493.700.000. Nilai ekonomi tertinggi bersumber dari tanaman perkebunan yaitu sebesar Rp. 370.200.000 atau 75%, dan nilai ekonomi paling rendah bersumber dari madu hutan yaitu sebesar Rp 8.750.000 atau 2% . Jika masyarakat hanya mengandalkan HHBK yang ada di dalam hutan adat Marena untuk memenuhi kebutuhan hidup itu tidak akan cukup apalagi dalam jangka setahun maka dari itu masyarakat yang ada di sekitar hutan adat Marena mengupayakan bekerja sampingan yaitu dengan menanam sayur-sayuran seperti bawang merah, tomat, buncis, dan kol.
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | HHBK, Hutan Adat, Marena, Nilai Ekonomi |
Subjects: | FAKULTAS PERTANIAN DAN KEHUTANAN > Kehutanan |
Divisions: | Fakultas Pertanian dan Kehutanan |
Depositing User: | Unnamed user with email Aryati@gmail.com |
Date Deposited: | 03 Jul 2024 06:25 |
Last Modified: | 03 Jul 2024 06:25 |
URI: | https://repository.unsulbar.ac.id/id/eprint/433 |