INDRAYANI, INDRAYANI (2025) PENERAPAN NON-NEGATIVE MATRIX FACTORIZATION UNTUK MENGIDENTIFIKASI DIMENSI UTAMA PERMASALAHAN PETANI DI INDONESIA TAHUN 2024. Diploma thesis, Universitas Sulawesi Barat.
Indrayani_E0221532 Kaset full text.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 September 2027.
Download (3MB)
Indrayani_E0221532 Kaset (pdf.io).pdf
Download (844kB)
Abstract
ABSTRAK
Pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam menopang
ketahanan pangan, perekonomian nasional, serta kesejahteraan rumah tangga petani di
Indonesia. Penelitian ini menggunakan data enam variabel yang menggambarkan kondisi
dan permasalahan usaha pertanian pada tiga puluh delapan provinsi di Indonesia tahun
2024. Variabel-variabel tersebut mencakup aspek akses sarana produksi, permodalan,
pemasaran hasil pertanian, kondisi pendapatan petani, serta akses terhadap dukungan
pemerintah, yang secara keseluruhan merepresentasikan situasi ekonomi dan
keberlanjutan usaha pertanian di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi dimensi utama permasalahan petani di Indonesia tahun 2024
menggunakan metode Non-negative Matrix Factorization (NMF) pada enam variabel dari
tiga puluh delapan provinsi, dengan dekomposisi menggunakan inisialisasi NNDSVD dan
algoritma Multiplicative Update Rules. Evaluasi Residual Sum of Squares (RSS)
menunjukkan penurunan besar dari 27.365 pada k dua menjadi 14.662 pada k tiga,
sementara penurunan setelah k tiga hanya terjadi dalam selisih kecil sehingga tidak
memberikan perbaikan yang konsisten, sehingga titik siku menunjukkan tiga faktor
sebagai pilihan optimal. Interpretasi menghasilkan tiga dimensi utama, yaitu Aksesibilitas
Sarana Produksi Pertanian, Permasalahan Pemasaran Hasil Pertanian, dan Kerentanan
Ekonomi Petani, dengan variasi antarwilayah yang jelas; Papua Tengah, Papua
Pegunungan, dan Maluku lebih dipengaruhi keterbatasan akses sarana produksi,
sedangkan Aceh, Sumatera Utara, Riau, Lampung, dan Banten didominasi kendala
pemasaran. Pada sisi lain, dimensi kerentanan ekonomi mendominasi Bali, Nusa
Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo;
pada wilayah maju seperti Bali, kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun daerah maju,
petani skala kecil tetap menghadapi hambatan modal, tekanan fluktuasi harga, dan
ketergantungan pada dukungan pemerintah, sehingga kemajuan wilayah tidak selalu
sejalan dengan kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: NMF, RSS, permasalahan petani, faktor laten, dimensi utama |
| Subjects: | FAKULTAS MATEMATIKA > Statistika |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam |
| Depositing User: | Fitra Wali Aco |
| Date Deposited: | 11 May 2026 01:49 |
| Last Modified: | 11 May 2026 01:49 |
| URI: | https://repository.unsulbar.ac.id/id/eprint/2845 |
