Search for collections on Repository Universitas Sulawesi Barat

GAMBARAN PENYEBAB RESEP OBAT TIDAK TERTEBUS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJENE

WAHYUNI, WAHYUNI (2025) GAMBARAN PENYEBAB RESEP OBAT TIDAK TERTEBUS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJENE. Diploma thesis, Universitas Sulawesi Barat.

[thumbnail of Wahyuni Skripsi 5 November kedua full text.pdf] Text
Wahyuni Skripsi 5 November kedua full text.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 October 2027.

Download (3MB)
[thumbnail of Wahyuni Skripsi 5 November kedua (pdf.io).pdf] Text
Wahyuni Skripsi 5 November kedua (pdf.io).pdf

Download (984kB)

Abstract

ABSTRAK
Resep obat yang tidak tertebus di rumah sakit dapat mengganggu kontinuitas terapi pasien
dan menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Di RSUD Majene periode 2020-2023, tercatat
54.443 resep tidak dapat ditebus dengan persentase tertinggi mencapai 8,4% pada tahun 2021.
Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penyebab resep obat tidak tertebus di Instalasi
Farmasi RSUD Majene. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan teknik
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Instalasi
Farmasi, Penanggung Jawab Apotek Rawat Inap, Kepala Gudang Farmasi, dan pasien. Analisis data
menggunakan metode analisis isi dengan validasi triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian
menunjukkan pasien umumnya bersikap pasif dalam menentukan obat karena bergantung
sepenuhnya pada keputusan dokter. Harga obat di RSUD Majene relatif lebih murah dibandingkan
apotek luar dan sebagian besar ditanggung BPJS Kesehatan, sehingga bukan faktor penghambat
utama. Pemberian informasi pemakaian obat oleh petugas apotek sudah cukup baik mencakup
aturan pakai, dosis, dan waktu konsumsi, namun belum optimal karena informasi efek samping dan
interaksi obat belum konsisten diberikan. Faktor utama penyebab resep tidak tertebus adalah
kekosongan stok obat, terutama obat esensial dan obat program pemerintah, yang disebabkan
keterbatasan anggaran, keterlambatan distribusi, dan kendala administrasi. Penelitian
menyimpulkan bahwa ketersediaan obat merupakan faktor penentu utama terjadinya resep tidak
tertebus di RSUD Majene. Diperlukan peningkatan perencanaan logistik dan pengelolaan distribusi
obat untuk menjamin kontinuitas terapi dan meningkatkan kepuasan pasien.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: resep obat, ketersediaan obat, farmasi, RSUD Majene
Subjects: FAKULTAS KESEHATAN > Administrasi Kesehatan
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan
Depositing User: Fitra Wali Aco
Date Deposited: 04 May 2026 03:04
Last Modified: 04 May 2026 03:04
URI: https://repository.unsulbar.ac.id/id/eprint/2818

Actions (login required)

View Item
View Item