Search for collections on Repository Universitas Sulawesi Barat

DIPLOMASI IKLIM GLOBAL: PERAN AMERIKA SERIKAT DAN CHINA DALAM MENCAPAI TARGET EMISI KARBON GLOBAL

NURUL, ALFIA (2025) DIPLOMASI IKLIM GLOBAL: PERAN AMERIKA SERIKAT DAN CHINA DALAM MENCAPAI TARGET EMISI KARBON GLOBAL. Diploma thesis, Universitas Sulawesi Barat.

[thumbnail of SKRIPSI nurul alfia full text.pdf] Text
SKRIPSI nurul alfia full text.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 October 2027.

Download (1MB)
[thumbnail of SKRIPSI nurul alfia (pdf.io).pdf] Text
SKRIPSI nurul alfia (pdf.io).pdf

Download (905kB)

Abstract

ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang diplomasi iklim global dengan fokus pada
peran Amerika Serikat dan China dalam US–China Joint Glasgow Declaration on
Enhancing Climate Action in the 2020s yang disepakati pada Konferensi
Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow tahun 2021. Kedua negara tersebut
memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah keberhasilan upaya mitigasi
perubahan iklim global karena kontribusinya terhadap emisi karbon dunia yang
mencapai lebih dari 40 persen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
bagaimana implementasi diplomasi iklim kedua negara dalam deklarasi Glasgow
serta memproyeksikan arah kerja sama pasca terpilihnya kembali Donald Trump
sebagai Presiden Amerika Serikat tahun 2025. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan
yang menelaah data sekunder berupa dokumen kebijakan, laporan internasional,
artikel ilmiah, serta pernyataan resmi pemerintah kedua negara. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa deklarasi Glasgow menjadi simbol kerja sama pragmatis
antara Amerika Serikat dan China di tengah rivalitas geopolitik yang meningkat.
Kedua negara sepakat untuk memperkuat transparansi pelaporan emisi,
mempercepat transisi energi bersih, dan menekan emisi metana dalam kerangka
Enhanced Transparency Framework (ETF). Namun demikian, perbedaan
pendekatan terhadap keterbukaan data, kepentingan ekonomi domestik, serta
fluktuasi politik di Amerika Serikat menjadi faktor penghambat implementasi
deklarasi secara maksimal. Berdasarkan analisis kualitatif, proyeksi masa depan
kerja sama AS–China pasca 2025 menunjukkan pola kolaborasi fungsional dan
selektif, di mana kerja sama akan berfokus pada isu-isu teknis seperti pelaporan
emisi, teknologi energi bersih, dan efisiensi karbon. Dengan demikian, diplomasi
iklim antara Amerika Serikat dan China dapat dipahami sebagai bentuk kolaborasi
strategis yang bersifat adaptif dan saling bergantung dalam menjaga stabilitas
iklim global di tengah kompetisi kekuasaan internasional.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Amerika Serikat, China, COP26, Diplomasi Iklim, Glasgow Declaration.
Subjects: FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK dan HUKUM > Hubungan Internasional
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Depositing User: Fitra Wali Aco
Date Deposited: 14 Apr 2026 01:14
Last Modified: 14 Apr 2026 01:14
URI: https://repository.unsulbar.ac.id/id/eprint/2728

Actions (login required)

View Item
View Item