Search for collections on Repository Universitas Sulawesi Barat

ANALISIS SOSIAL BUDAYA DALAM PENGELOLAAN JEWAWUT (Setaria italica) OLEH MASYARAKAT MANDAR DI DESA LAMBANAN, KECAMATAN BALANIPA, KABUPATEN POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT

MERYATI, MERYATI (2025) ANALISIS SOSIAL BUDAYA DALAM PENGELOLAAN JEWAWUT (Setaria italica) OLEH MASYARAKAT MANDAR DI DESA LAMBANAN, KECAMATAN BALANIPA, KABUPATEN POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT. Diploma thesis, Universitas Sulawesi Barat.

[thumbnail of SKRIPSI MERYATI A0121536 full text.pdf] Text
SKRIPSI MERYATI A0121536 full text.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 October 2027.

Download (2MB)
[thumbnail of SKRIPSI MERYATI A0121536 (pdf.io).pdf] Text
SKRIPSI MERYATI A0121536 (pdf.io).pdf

Download (569kB)

Abstract

ABSTRAK
MERYATI. Analisis Sosial Budaya Dalam Pengelolaan Jewawut (Setaria
Italica) Oleh Masyarakat Mandar Di Desa Lambanan, Kecamatan Balanipa,
Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Dibimbing oleh KASMIATI DAN
IKAWATI.
Sosial budaya merupakan keseluruhan nilai, norma, dan kebiasaan yang
mempengaruhi perilaku masyarakat, termasuk dalam aktivitas pertanian. Di Desa
Lambanan, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, nilai sosial budaya
memiliki peran penting dalam pengelolaan jewawut (Setaria italica) yang
merupakan tanaman pangan lokal bernilai ekonomi dan budaya. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pola produksi, pola konsumsi, serta makna sosial
budaya dalam pengelolaan jewawut. Metode penelitian yang digunakan adalah
deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan
jewawut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga
mengandung nilai simbolik sebagai identitas dan warisan budaya Mandar. Pola
produksi dilakukan berdasarkan kalender tradisional yang dikenal dengan wattu
timor dan wattu bara’, melalui tahapan (persiapan benih), mawayai uma
(pengelolaan lahan), massembur (penanaman), ma'ara' (penjarangan), ma’dongi’
(pemeliharaan), hingga ma’dokkang (panen). Pengelolaan ini melibatkan kerja
sama masyarakat secara gotong royong. Pola konsumsi jewawut juga tercermin
dalam pengolahan tradisional menjadi berbagai jenis produk seperti: bubur, dodol,
sokkol, buras, jepa, baje, putu dan nasi tarreang yang umumnya disajikan atau
dikonsumsi pada waktu tertentu yaitu acara keluarga, hajatan, dan kegiatan
keagamaan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan jewawut berperan
penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai sosial budaya masyarakat Mandar
sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Sosial Budaya, Jewawut, Pola Produksi, Pola Konsumsi, Mandar
Subjects: FAKULTAS PERTANIAN DAN KEHUTANAN > Agribisnis
Divisions: Fakultas Pertanian dan Kehutanan
Depositing User: Fitra Wali Aco
Date Deposited: 13 Apr 2026 03:30
Last Modified: 13 Apr 2026 03:30
URI: https://repository.unsulbar.ac.id/id/eprint/2720

Actions (login required)

View Item
View Item